Selasa, 28 Maret 2017

BUDAYA DISEKITAR LINGKUNGAN PONDOK CINA

KATA PENGANTAR

            Puji syukur kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas selesainya Tugas saya
yang berjudul “ Budaya Dilingkungan Pondok Cina “. Dalam Tugas ini Saya membahas tentang “ Budaya Dilingkungan Pondok Cina“, dimana saya menceritakan tentang bagaimana budaya di daerah pondok cina dari segi bahasa,adat,agama,dan suku yang paling menonjol di pondok cina .Tugas ini dibuat dalam rangka menyelesaikan tugas mata kuliah Softskill (Ilmu Budaya Dasar). Dalam proses pembuatan Tugas ini, saya berterima kasih kepada Allah SWT yang telah membantu dan mempermudah saya dalam menyelesaikan makalah ini, serta Bapak H.Azhari Hasan yang sudah memberi informasi yang sangat bermanfaat untuk membuat tugas saya menjadi baik dan benar dan juga teman saya Iqbal Naufal yang sudah menemani saya menemui took masyarakat di pondok cina . Demikianlah makalah ini kami buat semoga bermanfaat.

DEFENISI BUDAYA

            Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang, dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang, dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni. Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis. Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang berbeda budaya, dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu dipelajari.

PENGERTIAN KEBUDAYAAN

            Kebudayaan adalah sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan, dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak.

BUDAYA DILINGKUNGAN PONDOK CINA

            Saya mewawancarai Bapak H.Azhari Hasan, beliau adalah toko masyakarat di kampung bojong atau sekarang di panggil dengan nama Pondok cina beliau pensiunan dari Departemen Agama saya mencari informasi tentang budaya di sekitar daerah pondok cina ini karena bapak Rt pondok cina menyusulkan bahwa bapak H.Azhari Hasan saja karena memang beliau di kenal sebagai toko masyarakat di sini. rumah Bapak H.Azhari Hasan berada di jl.margonda raya pondok cina gg.kober beji.

Gambar 1. Foto Dengan Bapak H.Azhari Hasan

            Budaya di sini sudah sangat kabur dengan masuknya era pertelevisian kelihatannya sudah tidak heran lagi baik itu dari segi seni,religi,adat,Bahasa.dari kaguyubannya sendiri dengan gotong royong ada si ada tetapi kurang , dalam segi masyarakatnya si kurang dalam membantu untuk terjun lansung gotong royong bersama bagi sebagian masyarakat khususnya bapak bapak yang sudah pensiun dari pekerjaan bagus di lakukan gotong royong untuk menghilangkan rasa sumpek di rumah dari pada kita di rumah terus menjadi fikiran tidak terbuka,  kalau dahulu gotong royongnya sangat kelihatan sekali, waktu Bapak masih kecil masyarakat di sini saling membantu, mau bikin rumah saja saling membantu walaupun masih dari bahan bambu bukan dari bahan yang sekarang ini dan mereka datang untuk membantu denga ikhlas kalau sekarang sudah tidak seprti dulu lagi pada mempunyai alasan alasan masing masing dan memang itu bisa kita maklumin karena di hari libur mereka mengisi waktu dengan berkumpul bersama keluarga , dari pihak pengurus ya tentu di hari libur itulah mengajak masyarakatnya untuk saling gotong royong dan dari  pihak masyarakatnya mempunyai alasan alasan yang beragam, walaupun memang tidak tertulis barangkali yang tidak berpartisipasi bisa memberi minuman atau makanan untuk warga yang gotong royong itu masih bisa ada walaupun jarang kita temui. Kemudian dari segi religi , pada umumnya religi masih cukup tinggi di Kalangan masyarakat apa saja kegiatan pertemuan walaupun pertemuan kaguyuban pertemuan tidak bebau agama pasti mereka mengaitkan dengan pengajian dan tercamtun di aturan mainnya di kelompok itu , dan masyarakat di sini juga sering mengadakan arisan mingguan itu biasaanya tingkat rw di malam minggu, terkadang ada salah seorang warga yang rejekinya banyak bisa ikut di rw yang lain, dan kelihatannya kita mengambil keuntungan untuk berkumpulnya sekaligus mengeratkan tali silatuhrahmi , arisan ini untuk kegiatan amal amal di masyarakat , jadi lebih banyak di giring untuk menyukai beramal tetapi enaknya kita bisa ngumpul dengan masyarakat bisa silatuhrahmi, dari segi minggu ada juga arisan pondok cina utara ,pondok cina selatan dan pondok cina tengah, kemudian ada kegiatan tiap jumat itu tiap rt melakukan pengajian khulhuk, membaca yasin sedangkan yang arisan minguan tadi sedikit berbeda tidak ada yasinan. Dan untuk pengajian ibu ibu mereka bisa melakukan pengajian itu dalam seminggu bisa tiga kali ada pengajian rt ada pengajian rw dan ada pengajian bulanan di samping itu ada paguyuban sejenis sama dengan arisan malam minggu. Dan dari sejarah di pondok cina itu dari dulu di larang membangun peribadatan selain umat muslim walaupun dahulu di sini banyak sekali umat tionghoa. budaya masyarakat di sini masih islami dan bila di masyarakat terjadi masalah moral atau apapun mungkin karena orangnya bukan agamanya dan untuk akulturasi antar etnis tidak masalah karena dari dahulu masyarakat di sini selalu welcome tetapi pendatang harus mengikuti tata kerama di daerah sini bila mereka mengikuti cara di sini tentu akan di hormati di kalangan masyarakat pondok cina , soal music atau kesenian dahulu rebana kemudian ada orkes , orkes ini masih bergaya melayu jadi orkes melayu baru masuk ke pada jamannya rhoma irama mentas dengan sonetanya baru orkes malayu sedikit pudar dan terganti oleh dangdut  kalau dulu itu seninya itu ada juga cokek yang berasal dari cina anak anak muda di larang menonton cokek karena tidak bermoral karena minum minum alkohol karena ada penari penari yang kurang pantas dan bawaan cina ada juga gambang kromo dan ada juga dari sunda krimingan selebihnya yang paling menarik buat bapak H.Azhari Hasan itu wayang kulit tetatapi wayang kulit melayu betawai yang wayang kulit pakai Bahasa melayu betawi dan jaman sebelumnya itu masih ada rebana besar yang di iringin dengan pantun pantun jenaka dan pantun pantun nasehat , dan sekarang ini sudah jarang sekali ada orkes atau teater wayang begitu , Kemudia dari segi suku, suku yang menonjol, kami ini menganggap karena logat yang kami terima dari Bahasa ibu atau di sebut hasanah sunda,melayu,jawa , ada satu kesimpulan yang di baca bapak H.Azhari Hasan “pada hakikatnya orang orang betawai pinggir ini ada sisa sisa laskar mataram yang gak berani pulang pada saat pengepungan betawi pada tahun  1629 itu gagal , dan menurut keterangan orang dahulu kenapa kampung ini di panggil kampung bojong karena dahulu di kampong ini banyak bojongan bojongan orang orang padjajaran sehingga masyarakat di sini bisa di sebut orang padjajaran bisa juga di sebutt orang sisa sisa laskar mataram . bisa jadi kami ini orang melayu karena Bahasa sehari harinya Bahasa melayu betawi dan karena semua itu ada sejarahnya . yang sekarang ini  akibat pondok cina atau kampung bojong ini sangat dekat dengan universitas dan banyak berdatangan suku suku dari luar pulau untuk belajar di sini tetapi yang paling menonjol di masyarakat sini adalah suku betawi. Dari segi adat pernikahan masyarakat kampung bojong sudah adat capuran mempelai laki laki memakai jas dan peci sedangkan mempelai perempuan memakai kebaya dan kerudung  jadi masyarakat di sini menganggap yang umum dan sederhana saja . dari segini bahasa dahulu masyarakat di sini sering menggunakan Bahasa melayu atau pun betawa tetapi bila di lihat dari segini jaman sekarang sudah luntur dalam menggunakan Bahasa daerah untuk berbicara di karenakan banyak orang orang yang berdatangan dari luar pulang untuk sekolah tetapi terkadang di dalam rumah masih sering di pakai Bahasa daerah mereka sendiri untuk saling berkomunikasi.

Pengoperasian Data Qubit