Selasa, 10 April 2018

Tips Mempelajari Komposisi Photography

Komposisi


Komposisi

Suatu cara menempatkan objek dalam bidang gambar dengan memanfaatkan faktor-faktor komposisi, sedemikian rupa sehingga dapat benar-benar menjadi titik pusat perhatian/POI (Point Of Interest) bagi orang yang melihatnya.

Tujuan Mengatur Komposisi Dalam Fotografi

1.  Dengan mengatur komposisi foto, kita juga dapat membangun “mood” suatu foto dan keseimbangan keseluruhan objek foto.
2.  Menyusun perwujudan ide menjadi sebuah penyusunan gambar yang baik sehingga terwujud sebuah kesatuan (unity) dalam karya.
3.  Melatih kepekaan mata untuk menangkap berbagai unsur dan mengasah rasa estetik dalam pribadi pemotret
UnsurUnsur Komposisi
Bidang (shape)


  Yaitu tatanan dua dimensional, mulai dari titik, garis lurus, poligon (garis lurus majemuk/terbuka/tertutup), dan garis lengkung (terbuka, tertutup, lingkaran).
Bentuk (form)
 
  Yaitu tatanan yang memberikan kesan tiga dimensional, seperti kubus, balok, prisma, dan bola.

Pola (pattern)
 
  Yaitu tatanan dari kelompok sejenis yang diulang untuk mengisi bagian tertentu di dalam bingkai foto, sehingga memberikan kesan adanya keseragaman.
Garis (Line)


  Yaitu kumpulan dari titiktitik yang beraturan maupun tidak beraturan. Garis juga dapat menimbulkan kesan kedalaman dan memperlihatkan gerak pada gambar. Ketika garis-garis itu sendiri digunakan sebagai subjek, yang terjadi adalah gambar-gambar menjadi menarik perhatian. Garis memberi kesan seolah obyek membawa mata keluar dari gambar.
Kontras (contrast) atau disebut juga nada


  Yaitu kesan gelap atau terang yang menentukan suasana (atmosphere/mood), emosi, dan penafsiran sebuah citra. Kontras merupakan perbedaan yang sangat besar dari satu nada (bentuk dan warna) dengan yang lain. Foto yang terdiri dari hitam pekat dan putih murni saja adalah foto yang sangat kontras. Foto yang terdiri dari perbedaan nada-nada mencolok dikatakan kontras (hard), sedangkan sebaliknya foto yang menyajikan nada-nada berdampingan dikatakan lunak (soft).
Tekstur (texture)


  Yaitu tatanan yang memberikan kesan tentang keadaan permukaan suatu benda (halus, kasar, beraturan, tidak beraturan, tajam, lembut, dan seterusnya).
Tekstur akan memberikan realisme pada foto, membawa kedalaman dan kesan tiga dimensi subyek.
Memotret tekstur dianggap berhasil bila pemotret dapat mengkomunikasikan sedemikian rupa sehingga pengamat foto seolah dapat merasakan permukaan tersebut bila menyentuhnya. Sama seperti pattern, tekstur paling baik ditampilkan dengan beberapa variasi dan nampak melebar hingga keluar batas gambar.
Warna (colour)


  Yaitu unsur warna yang dapat membedakan objek, menentukan mood daripada foto kita, serta memberi nilai tambah untuk menyempurnakan daya tarik

Pattern


  Pattern merupakan pengulangan shape, garis dan warna adalah sebuah elemen visual yang dapat menjadi unsur penarik perhatian utama. Keberadaan pengulangan itu menimbulkan kesan ritmik dan harmoni dalam gambar. Tapi, terlalu banyak keseragaman akan mengakibatkan gambar menjadi membosankan.

  Rahasia penggunaan pattern adalah menemukan variasi yang mampu menangkap perhatian pemerhati. Pattern biasanya paling baik diungkapkan dengan merata. Walaupun pencahayaan dan sudut bidikan kamera membuat sebuah gambar cenderung kurang kesan kedalamannya dan memungkinkan sesuatu yang berulangkali menjadi menonjol.


 Macam - Macam Komposisi

Komposisi Simetris


  Komposisi simetris paling sering digunakan dalam foto arsitektur. Komposisi tersebut memudahkan mata mengenali scene secara keseluruhan dan memberikan bobot sama untuk setiap elemen visual gambar.

Komposisi Ruang Aktif

  Saat melihat obyek bergerak, secara naluriah mata akan mengikuti kemana obyek tersebut bergerak. Namun, saat melihat gambar obyek bergerak dan tiba-tiba ruang di depannya habis, muncul rasa ingin tahu kearah mana obyek tersebut bergerak. Akhirnya, perasaan tersebut membuat gambar menjadi kurang menarik.

  Karena itu, pada foto objek bergerak, perlu diberikan ruang gerakan didepanya supaya ruang tersebut tidakmati”. Ruang gerakan tersebut dinamakan sebagai ruang aktif.
Komposisi Vertical & Horisontal


  Elemen garis horizontal dapat memberikan kesan luas dan lebar. Sedangkan elemen garis vertical memberikan kesan tinggi dan gagah. Oleh karena itu, format horizontal sering digunakan pada foto pemandangan, sedangkan format vertikal digunakan pada foto potret.
Komposisi Detail/Makro


  Komposisi ini digunakan jika ingin mendapatkan gambar detil motif, agar tampilan motif tersebut lebih menonjol, kita bisa capture dari dekat untuk mendapatkan detilnya, atau dengan membatasi area gambar dengan menggunakan fasilitas zoom lensa, lensa makro . Semakin baik detail yang terekam, semakin jelas pesan yang ingin disampaikan lewat gambar. Dengan memotret dari dekat, detil gambar dapat dipilih dengan lebih tepat.
Komposisi Simplicity


  Komposisi ini digunakan pada scene yang banyak menggunakan elemen visual gambar yang berlebihan, buat Foto yang hanya menampilkan elemen visual seperlunya saja, hal ini justru sering memiliki tampilan yang lebih menawan.
Bukankah foto itu hanya menyampaikan pesan satu tema?.


  Teknisnya bisa kita lakukan dengan seleksi fokus dengan aperture besar (buat background menjadi Blur atau Bokeh).

Aturan Sepertiga (Rule Of Thirds)
Skema Rule Of Thirds

Pada aturan umum fotografi, bidang foto sebenarnya dibagi menjadi 9 bagian yang sama. Sepertiga bagian adalah teknik dimana kita menempatkan objek pada sepertiga bagian bidang foto. Hal ini sangat berbeda dengan yang Umum lakukan, di mana kita selalu menempatkan objek di tengah-tengah bidang foto.

Menempatkan object utama di tengah frame akan menghasilkan foto yang kurang dinamis dan terkesan snapshot. Menempatkan object utama pada prinsip rule of third akan memberikan efek yang lebih dinamis. Dan berdasarkan penelitian, mata kita memang lebih terasa nyaman pada posisi tersebut.

Contoh Pemakaian Rule Of Thirds Horisontal

mempelihatkan nelayan di atas rakit yang diposisikan pada titik kiri.
 
  Mengikuti rule of third sangatlah mudah, cukup membayangkan empat titik tersebut saat membidik lalu putuskan pada titik mana object utama akan ditempatkan.

Golden Mean

  Golden mean juga dikenal dengan golden section adalah sebuah panduan komposisi yang didasarkan pada perhitungan matematika yang unik
Formula Golden Section

Panduan komposisi ini pertama kali didokumentasikan oleh seniman yunani kuno dan sampai saat ini masih digunakan meskipun popularitasnya agak tertutupi oleh panduan komposisi rule of third. Prinsipnya panduan kompoisi ini hamper sama dengan rule of third namun titik interesnya lebih sempit sekitar 5% kearah tengah. Perhatikan gambar berikut:

Rule of third vs Golden Mean



  Perhatikan gambar 5.3.6, garis yang berada disebelah luar adalah panduan komposisi rule of third dan garis putih yang berada dibagian dalam adalah panduan komposisi golden mean. Golden mean sangat cocok untuk portrait wajah karena point of interestnya ada pada bagian mata dan sangat sesuai dengan besaran rasionya. Perhatikan juga gambar 5.3.7 untuk contoh lainnya
          
                                         gambar 5.3.6                                                      gambar 5.3.7


Komposisi gambar sepertiga seperti ini adalah komposisi yang paling sering digunakanvariannya antara lain :



Golden Thirds

Nautilus Spiral/Fibonacci
Golden Diagonal / Diagonal Variation
Diagonal and Arc
Golden Triangle

Foreground & Background
Latar belakang dan latar depan adalah benda-benda yang berada di belakang atau di depan objek inti dari suatu foto. Idealnya, BG dan FG ini merupakan pendukung untuk memperkuat kesan dan fokus perhatian mata kepada objek.

  Selain itu juga “mood” suatu foto juga ditentukan dari unsur-unsur yang ada pada BG atau FG. BG dan FG, seharusnya tidak lebih dominan (terlalu mencolok) daripada objek intinya. Salah satu caranya adalah dengan mengaburkan (Blur) BG dan FG melalui pengaturan diafragma.

Jangan hanya menentukan titik pengambilan gambar dan mengambil gambarnya, pikir dimana fokus ideal. Cara ini akan menimbulkan efek yang sangat besar di foto landscape   ini akan menentukan dimana para penikmat foto anda melihat, dan akan menarik mereka kedalam gambar anda

  Fokus pada background akan membawa orang yang menikmati foto landscape yang anda ambil dan orang yang menikmati dapat fokus pada latar. dengan cara ini orang yang memperhatikan akan menghentikan orang mencari lebih dalam
Background & Foreground 


Contoh dengan Background & Foreground
Pada foto di atas, area yang disebut foreground adalah batu di sisi kiri bawah dan tengahSedangkan POI(Point of Interest)nya adalah gerbang Ratu Boko

  Foreground dan background termasuk dalam komposisi foto.
Tetapi dalam mengkomposisi sebuah foto tidak hanya dua hal tersebut yang perlu diperhatikan.

Foreground

Foreground adalah latar depan sebuah foto
Foreground biasanya digunakan untuk memandu mata seseorang menuju POI(Point of Interest) dari sebuah foto. Selain itu,foreground juga digunakan untuk mempercantik dan memadatkan sebuah foto agar tidak terlihat kosong di beberapa bagian foto.
Foreground Focus

Background

  Background adalah latar belakang pada foto yang digunakan untuk mempercantik POI. Sehingga foto tampak padat, tanpa ada ruang kosong yang akan menghilangkan kecantikan foto


Background Focus

Point Of Interest (POI)

  Point of Interest adalah daya tarik utama yang ingin ditunjukkan dalam sebuah foto. Idealnya, hanya ada 1 (satu) POI dalam foto agar pesan yang ingin disampaikan melalui foto itu sampai pada pemirsa.
Penentuan Point Of Interest

  Dalam menentukan poi tidak ada aturan yang mengikat, cukup ekspos salah satu obyek yang kita anggap menarik perhatian. Dengan pengertian poi adalah sebuah group dengan keseragaman atau tunggal diantara kemajemukan.



Point Of Interest


















SUMBER : 
SNAP Photography Universitas Gunadarma (E4410)

Pengoperasian Data Qubit